Sejarah Perkembangan Olahraga

Sport (Olahraga) datang dari bahasa Latin “disportare” atau “deportare” dengan bahasa Itali”deporte” yang maknanya penyenangan, perawatan atau melipur untuk senang. Riwayat Sport dan Olahraga bisa mengajari ke kita makna berkenaan peralihan warga dan berkenaan olahraga tersebut. Olahraga kelihatannya mengikutsertakan kekuatan dasar manusia yang diperkembangkan dan dilatih untuk keperluannya sendiri, yang searah dengan dilatih untuk manfaatnya.

Ini memperlihatkan jika olahraga itu kemungkinan sama tuanya dengan kehadiran manusia tersebut, yang mempunyai arah, dan ialah langkah yang bermanfaat untuk tingkatkan kekuatan mereka dalam mengalahkan alam dan lingkungan.

Dapatkah disebutkan jika sport adalah aktivitas olah fisik manusia untuk melipur diri sekalian memiara jasmaniah. Sedang di antara sport dan bermain ada jalinan yang kuat dan memiliki sangkut pautan yang memiliki sifat susunanil, jika sport ialah satu bentuk dari bermain yang lebih prima. Tapi tidak disebutkan jika semua wujud bermain ialah sport. Sport ialah suatu hal yang berkembang dari bermain, sebagai hasil kombinasi dari :

  • Keperluan akan kecakapan jasmani
  • Keperluan akan kesiapan untuk menangani keadaan
  • Keperluan akan capai nilai-nilai keelokan
  • Keperluan akan keceriaan yang beri kesegaran (wisata)

Olahraga,(sport) sebagai kombinasi dari semua latihan jasmani yang diselenggarakan orang dengan suka-rela untuk perkuat dan latih tenaga badan, demikian pula sesuai dengan itu lebih memajukan pemfokusan perhatian, tekad.Tetapi, bila kita menyaksikan lebih kebelakang kembali Kata Sport (olahraga) tak pernah terlepas dari faktor-faktor berikut :

  • Pra-Sejarah
  • Cina Kuno
  • Mesir Kuno
  • Yunani Kuno
  • Eropa dan perubahan global

Prasejarah (prehistoric)

Banyak penemuan kekinian di Francis, Afrika dan Australia pada lukisan gua (saksikan seperti Lascaux) dari zaman prasejarah yang memberinya bukti rutinitas upacara ritus. Sebagian dari bukti ini datang dari 30.000 tahun yang lalu, berdasar penghitungan penanggalan karbon. Lukisan/Beberapa gambar zaman batu diketemukan di padam pasir Libya tampilkan beberapa kegiatan, renang dan memanah. Seni gambar tersebut merupakan bukti pada minat pada ketrampilan yang tidak ada hubungan dengan kekuatan untuk tetap bertahan hidup, dan ialah bukti jika ada waktu senggang untuk dicicipi. Ini menunjukkan kegiatan non-fungsi lain seperti ritus dan lain-lain .

Maka, walau sedikit bukti yang langsung berkenaan olahraga dari beberapa sumber ini, cukup berargumen untuk mengaitkan jika ada banyak kegiatan di saat itu yang terkait dengan berolahraga. Kapten Cook, saat dia pertama kalinya tiba ke Kepulauan Hawaii, di tahun 1778, memberikan laporan jika warga asli berseluncur.

Warga Indian Amerika asli tergabung dalam permainan-permainan dan olahraga saat sebelum kehadiran beberapa orang Eropa, seperti lacrosse, beberapa macam permainan bola, lari, dan kegiatan atletik yang lain. Suku Maya dan Aztec yang berbudaya bermain permainan bola dengan serius. Lapangan yang dipakai dulu masih dipakai sampai sekarang ini. Cukup berargumen untuk mengaitkan disini dan beberapa sumber monumental yang lain jika olahraga mempunyai akar yang mengambil sumber dari kemanusiaan tersebut.

Cina Kuno

Nach menurut riwayat Cina Kuno Ada artefak dan bangunan-bangunan yang memperlihatkan jika orang Cina terkait dengan aktivitas yang kita artikan sebagai olahraga pada awal tahun 4000 SM. Awalnya dan perubahan dari aktivitas olahraga di Cina kelihatannya terkait dekat sama produksi, kerja, perang, dan selingan di saat itu. Senam kelihatannya sebagai olahraga yang terkenal di Cina jaman dahulu.

Tentu saja saat ini , seperti ketrampilan orang Cina dalam akrobat yang populer secara internasional. Cina mempunyai Museum Beijing yang diperuntukkan untuk subjek-subjek mengenai olahraga di Cina dan sejarahnya.

Mesir Kuno

Monumen untuk Faraoh memperlihatkan jika beberapa cabang olahraga jadi perhatian perubahannya dan ditandingkan secara periodik beberapa ribu tahun yang lalu, terhitung renang dan memancing. Ini tidak mengagetkan ingat keutamaan Sungai Nil untuk kehidupan orang Mesir.

Olahraga lainnya terhitung lempar lembing, loncat tinggi, dan gulat. Kembali, kehadiran olahraga yang terkenal memperlihatkan hubungan dengan aktivitas non-olahraga setiap hari.

Yunani Kuno

Jumlahnya cabang olahraga telah ada semenjak zaman Kerajaan Yunani Kuno. Gulat, Lari, Tinju, lempar lembing dan lempar cakram, dan balap kereta kuda ialah olahraga yang biasa. Ini memperlihatkan jika Kebudayaan militer Yunani punya pengaruh pada perubahan olahraga mereka. Laga Olimpiade diselenggarakan tiap 4 tahun sekali di Yunani. Laga tidak diselenggarakan cuma untuk even olahraga saja, tapi juga sebagai perayaan untuk keelokan pribadi, kebudayaan, dan beberapa macam kesenian dan tempat untuk memperlihatkan pengembangan di bagian arsitektur dan patung. Pada intinya, even ini ialah waktu untuk mengucapkan syukur dan menyembah beberapa Dewa-Dewa keyakinan Yunani.

Nama even ini diambil dari Gunung Olympus, tempat suci yang dipandang tempat hidupnya beberapa dewa. Gencatan senjata dipastikan sepanjang Laga Olimpiade, seperti tindakan militer dan eksekusi untuk khalayak dibatalkan. Ini dilaksanakan supaya beberapa orang bisa rayakan dengan nyaman dan bersaing dalam situasi yang berbudaya dan sama-sama menghargakan.

Eropa dan Perubahan Global

Beberapa pakar sejarah- terdaftar Bernard Lewis- Mengatakan jika olahraga beregu ialah penemuan Kebudayaan Barat. Olahraga pribadi, seperti gulat dan panahan, telah dipraktikkan di penjuru dunia. Tapi adat olahraga beregu, menurut beberapa penulis ini, datang dari Eropa, terutamanya Inggris. (Ada catatan yang berlawanan- terhitung Kabaddi di India dan beberapa permainan bola Mesoamerica.) Olahraga mulai ditata dan diselenggarakan secara periodik semenjak Olimpiade Kuno sampai pada era ini.

Kegiatan yang sudah dilakukan untuk penuhi tuntutan hidup dan makanan jadi kegiatan yang ditata dan dilaksanakan untuk kesenangan atau persaingan dalam rasio yang bertambah, seperti memburu, memancing, hortikultur. Revolusi Industri dan Produksi massa menambah waktu senggang, yang memperkenankan bertambahnya pemirsa olahraga, menyusutnya elitisme dalam olahraga, dan akses yanglebih besar. Tren ini diteruskan dengan perjalanan mass media dan komunikasi global.

Profesionalisme jadi umum, lebih jauh tingkatkan reputasi olahraga. Ini kemungkinan kontras dengan gagasan murni orang Yunani, di mana kemenangannya pada laga dipandang dengan benar-benar simpel, dan dipandang dengan daun zaitun. (Kemungkinan bukan hanya mahkota daun zaitun, beberapa penulis menulis.) Karena mungkin reaksi kemauan hidup kontemporer, ada perubahan olahraga yang terbaik diterangkan dengan post-modern: extreme ironing selaku contohnya.

Ada juga penemuan baru di bagian olahraga penjelajahan berbentuk melepas diri dari kegiatan rutin kehidupan setiap hari, misalnya white water rafting,canyoning, BASE jumping dan yang lebih santun, orienteering

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *