Kekayaan dari LK21 Mencapai Rp 80 JT

LK21: Pengganti Indoxxi

Lk21 dan Juraganfilm dengan Bahaya yang Mengintaimu - kumparan.com

Kekayaan dari LK21 pengganti Indoxxi sungguh fantastis. Website streaming film ilegal tersebut menjadi PR Pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah melakukan pemblokiran terhadap situs web streaming bajakan atau ilegal, seperti indoxxi , lk21 dan ribuan web ilegal/bajakan dan domain lainnya. Direktur Jenderal Aptika Kominfo, Semuel Pangerapan mengatakan bahwa Kominfo telah menghapus lebih dari 1.000 laman/situs terkait pembajakan, salah satunya seperti yang dilakukan oleh indoxxi.

Menjadi target pemblokiran oleh Kominfo, situs IndoXXI pun menutup situsnya terlebih dulu sebelum Kominfo benar-benar melakukan pemblokiran. Hilangnya IndoXXI tidak menghentikan langkah masyarakat untuk menonton secara ilegal.

Menggantikan posisi indoxxi, situs Layar Kaca 21 atau LK21 kembali naik daun. Kemudahan menonton film lewat situs semacam IndoXXI dan LK21 menjadi alasan utama traffic yang diterima situs ini selalu tinggi.

Penonton tidak perlu pergi ke bioskop dan menyesuaikan dengan jadwal tayang. Lebih hebatnya lagi, penonton dapat menonton semua film dengan gratis atau hanya bermodal kuota internet!

Pelaku kegiatan ilegal ini juga menjamur bukan tanpa alasan. Meski penonton tidak mengeluarkan uang sesenpun, pemilik situs dapat meraup duit yang berlimpah ruah.

Kekayaan dari LK21

Pada tahun 2017 sebagai contoh, situs LK21 dapat menarik 8 juta orang per hari menurut analisis trafik Alexa. Jika setiap pengunjung menghasilkan Rp.10 setiap iklan diklik, maka pemilik situs dapat memperoleh keuntungan hingga 80 juta rupiah per hari.

Para pemilik situs ini bisa menarik keuntungan dari setiap klik iklan-iklan yang bertebaran di laman web. Maka, jangan heran jika laman situs-situs streaming film banyak dipenuhi iklan, termasuk di LK21. Berbagai trik dilakukan agar mereka bisa mendapatkan klik sebanyak-banyaknya. Biasanya akan ‘memaksa’ pengguna untuk mengklik iklan dengan cara memasang iklan pop-up.

Para pengguna akan diarahkan mengklik iklan tersebut, sebelum bisa membuka film yang ingin ditonton. Meski begitu, tidak pernah ada protes dari para penggunanya. Faktanya situs-situs ini masih tetap ramai diburu. Dengan kata lain, para penikmat film juga berkontribusi terhadap pemasukan para penyedia layanan, karena mereka secara ‘sukarela’ meng-klik iklan-iklan yang dijajakan di situs streaming film semacam LK21 dkk.

Dengan cara ini, LK21 dan situs nonton film online lainnya bisa mengeruk keuntungan besar dari iklan. Pengguna memang tidak harus membayar untuk bisa menikmati film di situs LK21, alias gratis. Itu sebabnya, banyak orang yang sangat suka mengunjungi situs-situs semacam ini untuk bisa menonton film-film favorit mereka, termasuk film yang baru tayang di bioskop. Apalagi kondisi pandemi seperti sekarang yang mewajibkan orang untuk tidak bepergian.

Pemerintah telah membuat aturan social distancing atau PSBB, yang akhirnya memaksa semua bioskop berhenti beroperasi. Kondisi ini secara tidak langsung ikut menyuburkan bisnis situs streaming film seperti LK21 dan situs lainnya. Namun kehadiran LK21 dan situs sejenis ini merupakan ilegal dan sangat berbahaya, karena terdapat malware yang dapat membahayakan pengguna.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *